Rumah Sakit Pelni

Puasa ditilik dari lingkup bidang Kesehatan Jiwa
Puasa ditilik dari lingkup bidang Kesehatan Jiwa PDF Print E-mail

" Puasa Ditilik Dari Lingkup Bidang Kesehatan Jiwa " 

 

    Masih perlu kita kenali dulu apakah yang dimaksud lingkup kesehatan jiwa itu, sebelum dibahas kaitannya dengan puasa yang sudah kita jalani sebagai Umat Muslim dibulan suci Ramadhan 1429 Hijriah atau puasa pada tahun Masehi 2008 ini.

    Kesehatan jiwa adalah bagian tak terpisahkan dari arti sehat yang telah diundangkan sejak tahun 1966 yang berbunyi " Arti sehat ialah mencakup sejahtera dalam bidang badaniah, kejiwaan dan sehat secara sosial ". Kalau sehat badaniah dan sehat secara sosial sudah kita kenali dengan baik, maka marilah kita simak apa arti sehat jiwa itu. Sehat jiwa ialah kondisi sehat yang mencakup sehat fikiran, sehat kehidupan emosinya serta sehat perilakunya. Jelas bukan, tentunya orang yang hidup dilingkungan yang sehat serta seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya itu sudah dapat memenuhi kriteria sehat jiwa, sebagai salah satu kelengkapan dari sehat secara seutuhnya.

   Puasa adalah ibadah wajib dibulan Ramadhan bagi insan Muslim yang telah akil balik dan tidak sedang menderita sakit. Sedangkan dalam menjalankan kewajiban puasa itu seorang muslim wajib memenuhi larangan makan, minum, melakukan hubungan seksual dan masih ada lagi. Tentunya kalau diterjemahkan kedalam tatanan ilmu Kesehatan Jiwa, puasa itu harus mampu mengendalikan diri dalam menghadapi tantangan lapar, haus serta penyaluran nafsu seksualnya.

   Freud seorang dokter ahli jiwa dari Austria telah melontarkan teori psikologi yang walau diutarakan di ujung abad silam namun kini masih banyak penganutnya. Ia mengutarakan pikirannya bahwa ada semacam Piranti - piranti Kejiwaan yang ada dalam diri setiap orang. Apa piranti - piranti kejiwaan itu ?

   Pada diri seseorang telah dilengkapi dengan 3 piranti psikologis yang ia sebut " Id ", " Ego " dan " Superego ". "Id" adalah dorongan dasar dari manusia yang pada galibnya suatu kehendak untuk mendapat kesenangan diri, tanpa mengindahkan apakah ini mengganggu orang lain maupun kesantunan lingkungan. Dapat diberi contoh "Id" ini termasuk dorongan makan, minum atau pemuas rasa lapar. Juga dorongan seksual yang tujuannya naluri mencari suatu kepuasan fisik maupun batin. Sedangkan "Ego" adalah jati diri yang sudah mempertimbangkanapakah pemuasan dorongan itu tak mengganggu orang lain ataupun lingkungannya. Contoh kata " Ego yang tangguh " itu yang dimaksud ia telah dewasa, dapat mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang kurang baik, termasuk bagi diri maupun orang lain atau lingkungannya. Sedangkan "Superego" adalah piranti psikologis pada diri seseorang yang lebih tinggi tingkatannya, yaitu dapat menunjukkan mana yang baik atau tidak baik bagi perilaku pada diri seseorang, ibarat seorang polisi atau hakim yang dapat memutuskan sesuatu tentang kebaikan atau kesalahan. Termasuk superego menurut Freud tadi ialah Dekorum, Tata krama, Budi pekerti atau peraturan, amanat, adat istiadat, dan juga agama-agama yang kesemuanya memaklimatkan suatu kebaikan dalam kehidupan.

   Orang yang menyadari kewajiban puasa sebagai salah satu pilar iman agamanya ( Islam ) yang diyakini seseorang juga merupakan Superego atau kaidah-kaidah terbaik untuk menuju ke kehidupan yang lebih sejahtera. Tentunya disini seseorang harus mampu mengalahkan dorongan "Id"-nya tadi, yaitu panggilan rasa lapar, haus dan melampiaskan dorongan seksualnya yang kesemuanya ini sebagai pemuas dasar insting manusia yang menurut Freud suatu insting dasar atau primitif. Dalam hal ini wajib berpuasa juga membatasi bahwa larangan-larangan makan, minum sebagai pemuas lapar dan dahaga atau dorongan seksual dibatasi ketika matahari saat terbit sampai terbenam. Sesudah itu manusia boleh memenuhi dorongan primitifnya seperti yang telah diutarakan diatas namun dalam batas-batas yang diridhloi oleh Allah.( Dr. Suryanto W, SpKJ, SpKP )

 
You are here  : Home Berita Artikel Kesehatan Puasa ditilik dari lingkup bidang Kesehatan Jiwa

Rumah Sakit PELNI

Jl. Aipda KS Tubun 92-94, Jakarta Barat 11410
Telp:
021-5484809, 5306901, 5439475-83
Fax:
021-5483145- 5306907
Email:

info@rspelni.co.id 

humas@rspelni.co.id

Agenda Kegiatan

Secara berkala, Rumah Sakit PELNI mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Silahkan peroleh informasi mengenai agenda kegiatan disini.

lihat detailLihat detail

Jadwal Praktek

Untuk memudahkan dan menghemat waktu membuat janji dengan dokter Anda, pastikan informasi jadwal praktek dokter Anda sebelum berangkat.

lihat detailLihat detail

No Telepon Penting

Rumah Sakit PELNI:
(021) 5306901
(021) 5480608

Pendaftaran Poliklinik:
Lantai I : (021) 5485793
Lantai II : (021) 5306908

Pendaftaran Rawat Inap:
(021) 5350085

Humas:
(021) 5350086

Verifikasi:
(021) 53671710

Pemasaran:
(021) 5485870

Instalasi Gawat Darurat (IGD):
(021) 5350084

Ambulance:
(021) 5350084
(021) 5306901-05 ext. 1220

 

Pengaduan Pelayanan:

(021) 5350086 (Humas)
(021) 5485870 (Pemasaran)

Pendaftaran Pasien:
(021) 5350085 (Rawat Inap)
(021) 5485793, 5306908 (Rawat Jalan)