| INFERTILITAS PRIA |
|
|
|
|
I N F E R T I L I T A S P R I A (KETIDAK SUBURAN PRIA) Infertilitas, ketidakmampuan bagi pasangan untuk mendapatkan kehamilan / anak setelah melakukan hubungan seks intercourse secara rutin, tanpa memakai alat kontrasepsi setelah waktu 1 (satu) tahun. Bisa terjadi primer ( belum pernah mendapatkan kehamilan / lahirnya anak), sekunder (sudah pernah mengalami). Setelah 1 tahun perkawinan sebaiknya mengkonsultasikan ke ahlinya untuk mengetahui status kesuburan. Penanganannya secara terpadu. Untuk pasangan pria ke Sp e s i a l i s A n d r o l o g i, sedangkan untuk pasangan wanitanya ke Spesialis Kandungan. Hasil kondisi kelainan dari pasangan tersebut akan di cross-match untuk di cari solusinya. Bagi pasangan yang mempunyai resiko infertil / ada riwayat penyakit pada sistem reproduksi semasa kecil, ada riwayat keluarga kurang subur, adanya kelainan genetik, sebaiknya tidak menunggu setelah 1 tahun.Pemeriksaan dini lebih bagus (tidakperlu menunggu setelah 1 tahun perkawinan). Penundaan berarti usia pasangan wanitanya terus bertambah dan akan menambah resiko terhadap kehamilannya. Hampir 15 % pasangan, gagal untuk mendapatkan keturunan. Kontribusi pria terhadap ketidakhadiran “suara tangisan si buah hati” adalah 20 % sedangkan 30 - 40 % akibat dari kedua pasangan. Jadi baik pasangan pria maupun wanitanya berperan fifty-fifty. BEBERAPA PENYEBAB DARI INFERTILITAS PRIA:
S O L U S IN Y A Dalam penanganan kasus infertilitas untuk mendapatkan keturunan memerlukan kesabaran dari segi waktu dan melibatkan pemeriksaan pasangan pria - wanitanya. Pemeriksaan tahap awal untuk mengetahui infertilitas pria adalah dengan melakukan “ANALISIS SPERMA” minimal 2 kali tenggang waktu 1 bulan. Dari hasil tersebut dapat dinilai kwalitas sperma berupa: jumlah (konsentrasi), pergerakan (motilitas), bentuk (morfologi) sperma dan lainnya. Dari hasil tersebut dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kelainan tersebut. Solusi infertilitas pria: Mencari dan menghilangkan faktor penyebabnya. Dapat diterapi dengan oral pill 3- 9 bulan,tergantung respons hasil pengobatan dengan harapan kwalitas sperma mendekati nilai normal. Memerlukan tindakan operatif pada kasusvarikokel stadium II – III. Pada kasus adanya sumbatan pada saluran sperma karena didapat ( akibat dari penyakit kelamin, TBC yang tidak diterapi secara optimal) maupun karena kelainan bawaan (genetik), jika memungkinkan dapat dilakukan tindakan operatif. Inseminasi. Bayi tabung / IVF (jika kondisi kwalitas sperma sangat minimal sekali / ektrem) Adopsianak, jika tidak ada spermatozoa (Azoosperma)walaupun sudah dilakukan tindakan pencarian spermatozoa pada buah zakarnya melalui tindakan operatif FAKTOR KEBERHASILAN Tingkat keberhasilan tergantung daripada:
Klinik Andrologi Rumah Sakit PELNI memberikan S O L U SI ” infertilitas pria” yang ditangani oleh dokter spesialis dibidangnya (Androlog) |
| Telp: |
021-5484809, 5306901, 5439475-83 |
| Fax: |
021-5483145- 5306907 |
| Email: |
info@rspelni.co.id humas@rspelni.co.id |
Secara berkala, Rumah Sakit PELNI mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Silahkan peroleh informasi mengenai agenda kegiatan disini.
Untuk memudahkan dan menghemat waktu membuat janji dengan dokter Anda, pastikan informasi jadwal praktek dokter Anda sebelum berangkat.
Rumah Sakit PELNI:
(021) 5306901
(021) 5480608
Pendaftaran Poliklinik:
Lantai I : (021) 5485793
Lantai II : (021) 5306908
Pendaftaran Rawat Inap:
(021) 5350085
Humas:
(021) 5350086
Verifikasi:
(021) 53671710
Pemasaran:
(021) 5485870
Instalasi Gawat Darurat (IGD):
(021) 5350084
Ambulance:
(021) 5350084
(021) 5306901-05 ext. 1220
Pengaduan Pelayanan:
(021) 5350086 (Humas)
(021) 5485870 (Pemasaran)
Pendaftaran Pasien:
(021) 5350085 (Rawat Inap)
(021) 5485793, 5306908 (Rawat Jalan)