|
Sebuah penelitian yang dilakukan PT Kraft Indonesia bekerja sama dengan
Radani Edutainment menunjukkan, saat ini hanya ada satu anak dari 10
anak yang sarapan dengan nilai gizi lengkap dan seimbang. Hal tersebut
sama dengan 90% anak-anak di Jakarta dan sekitarnya sarapan tidak
sesuai dengan nilai gizi yang seharusnya mereka dapatkan sebelum
beraktivitas pada pagi hari.
Padahal, berdasarkan penelitian mengonsumsi sarapan sehat akan
melengkapi diet, bergizi tinggi, serta dapat memenuhi kebutuhan akan
vitamin dan mineral. Sarapan juga dapat meningkatkan kekuatan dan
ketahanan stamina saat beraktivitas, menurunkan kadar kolesterol,
meningkatkan konsentrasi dan kemampuan menyelesaikan masalah dan
koordinasi yang lebih baik antarpanca indera, dapat mengontrol berat
badan, sekaligus dapat mengurangi keletihan dan rasa kantuk saat
memulai aktivitas.
Dokter spesialis anak Keumala Pringgardini SpA menjelaskan, pada
dasarnya tubuh memiliki simpanan energi dalam bentuk glikogen yang
disimpan dalam hati dan otot. Glikogen digunakan oleh tubuh dan otak
sebagai bahan baker berbagai proses biokimia dalam tubuh selama masa
tidur.
Energi dalam tubuh sepanjang malam berkurang, sedangkan organ tubuh
harus terus bekerja. Oleh karenanya, di pagi hari setelah seseorang
tidak mengonsumsi makanan selama 12 jam, kadar gula dalam tubuh menjadi
menurun.?Untuk mengganti energi yang berkurang saat pagi tiba, anak
harus sarapan,? ujar Keumala pada acara Media Camp with PT Kraft Food
Indonesia, kemarin.
Menurut Keumala, energi yang berasal dari sarapan akan membuat
aktivitas anak menjadi optimal sampai waktu makan siang. Sejumlah
penelitian menunjukkan bahwa anak yang makan sarapan pagi lebih
berprestasi di sekolah. Selain itu studi juga menemukan bahwa makanan
yang dikonsumsi saat sarapan sangat menentukan kualitas belajar anak.
Komposisi yang tepat pada sarapan pagi sangat memengaruhi
proses belajar anak. Anak yang makan banyak makanan yang mengandung
serat seperti sayuran dan gandum akan dapat melakukan beberapa hal
dengan lebih baik, seperti mampu mengingat pelajaran dan perhatian yang
lebih baik.
Makanan terbaik untuk sarapan adalah yang memenuhi gizi
seimbang. Susunan makanan yang mengandung gizi seimbang meliputi enam
kelompok gizi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral,
serta air.
Khusus fungsi zat gizi, dikelompokkan menjadi tiga golongan, sebagai
sumber energi atau zat tenaga, sumber zat pembangun, dan sumber zat
pengatur. Gizi seimbang dapat dicapai dengan mengonsumsi aneka ragam
makanan setiap hari. Setiap makanan saling melengkapi zat-zat gizi yang
diperlukan tubuh.
Untuk membantu agar anak-anak selalu sarapan sebelum
beraktivitas, peran guru perlu diperhatikan oleh para orangtua. Anak
akan sangat mendengar dan mengikuti anjuran guru, yang kerap dijadikan
panutan (role model) bagi murid-murid.
Untuk itu, guru harus selalu mengingatkan agar para murid untuk
sarapan. Jadikan pelajaran gizi seimbang sebagai bagian dari kurikulum
pelajaran.
|