Dunia anak tentunyatidak dapat dipisahkan dari kegiatan bermain. Melalui bermain, anak dapatbelajar banyak mengenai lingkungannya dan melatih berbagai keterampilan. Olehkarena itu kegiatan bermain merupakan elemen penting dalam mendorongperkembangan kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak khususnya jenispermainan bebas yang tidak terstruktur, imaginatif, dan atas inisiatif anak(Elkind, 2006). Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu kesempatan anakuntuk bermain semakin berkurang.
Berkurangnya kesempatanbermain anak antara lain disebabkan oleh maraknya acara televisi dan permainan komputer / video game yang cenderung menggantikan kegiatan bermain bebas dengansarana hiburan yang bersifat pasif. Kemudian adanya gerakan superkids serta anggapan bahwa ‘orangtuayang bijak’ harus secara aktif membangun keterampilan dan mengembangkan bakatanak sedini mungkin, juga dianggap sebagai alasan mengapa orangtuaberlomba-lomba mengikutsertakan anak dalam berbagai kursus yang menyitasebagian besar waktu senggang anak (Ginsburg, 2007).
Tidak jarang orangtuayang mengeluh kesulitan untuk menentukan pilihan dari sekian banyak kegiatanyang dianggap penting, besarnya biaya yang harus dikeluarkan, hingga anaksendiri pun merasa kewalahan dengan jadwal yang padat. Di samping itu, karena semakin banyaknyarumah tangga dimana kedua orangtua harus bekerja, kegiatan-kegiatan semacam inijuga dilihat sebagai solusi alternatif untuk mengisi waktu anak daripada beradadi rumah tanpa pengawasan (Ginsburg, 2007).
Infertilitas, ketidakmampuan bagi pasangan untuk mendapatkan kehamilan / anak setelah melakukan hubungan seks intercourse secara rutin, tanpa memakai alat kontrasepsi setelah waktu 1 (satu) tahun.
Bisa terjadi primer ( belum pernah mendapatkan kehamilan / lahirnya anak), sekunder (sudah pernah mengalami).
Setelah 1 tahun perkawinan sebaiknya mengkonsultasikan ke ahlinya untuk mengetahui status kesuburan. Penanganannya secara terpadu. Untuk pasangan pria ke Sp e s i a l i s A n d r o l o g i, sedangkan untuk pasangan wanitanya ke Spesialis Kandungan. Hasil kondisi kelainan dari pasangan tersebut akan di cross-match untuk di cari solusinya.
Bagi pasangan yang mempunyai resiko infertil / ada riwayat penyakit pada sistem reproduksi semasa kecil, ada riwayat keluarga kurang subur, adanya kelainan genetik, sebaiknya tidak menunggu setelah 1 tahun.Pemeriksaan dini lebih bagus (tidakperlu menunggu setelah 1 tahun perkawinan). Penundaan berarti usia pasangan wanitanya terus bertambah dan akan menambah resiko terhadap kehamilannya.
Hampir 15 % pasangan, gagal untuk mendapatkan keturunan. Kontribusi pria terhadap ketidakhadiran “suara tangisan si buah hati” adalah 20 % sedangkan 30 - 40 % akibat dari kedua pasangan. Jadi baik pasangan pria maupun wanitanya berperan fifty-fifty.
BEBERAPA PENYEBAB DARI INFERTILITAS PRIA:
Varikokel (varises pada buah zakar)
Infeksi pada sistem reproduksi (ada riwayat penyakit kelamin menular)
Disfungsi seksual
Kelainan kongenital
Gangguan hormonal
Faktor imunologis
Berkaitan dengan pekerjaan (terpapar bahan toksin, suasana panas pada buah zakar)
Penyakit sistemik (diabetes melitus, infeksi saluran pernapasan kronis)
Faktor yang didapat (orkitis: mump virus pada buah zakar setelah pubertas)
Idiopatik (kalainan kwalitas sperma tanpa diketahui penyebabnya).
S O L U S IN Y A
Dalam penanganan kasus infertilitas untuk mendapatkan keturunan memerlukan kesabaran dari segi waktu dan melibatkan pemeriksaan pasangan pria - wanitanya.
Pemeriksaan tahap awal untuk mengetahui infertilitas pria adalah dengan melakukan “ANALISIS SPERMA” minimal 2 kali tenggang waktu 1 bulan. Dari hasil tersebut dapat dinilai kwalitas sperma berupa: jumlah (konsentrasi), pergerakan (motilitas), bentuk (morfologi) sperma dan lainnya. Dari hasil tersebut dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kelainan tersebut.
Solusi infertilitas pria:
Mencari dan menghilangkan faktor penyebabnya.
Dapat diterapi dengan oral pill 3- 9 bulan,tergantung respons hasil pengobatan dengan harapan kwalitas sperma mendekati nilai normal.
Memerlukan tindakan operatif pada kasusvarikokel stadium II – III.
Pada kasus adanya sumbatan pada saluran sperma karena didapat ( akibat dari penyakit kelamin, TBC yang tidak diterapi secara optimal) maupun karena kelainan bawaan (genetik), jika memungkinkan dapat dilakukan tindakan operatif.
Inseminasi.
Bayi tabung / IVF (jika kondisi kwalitas sperma sangat minimal sekali / ektrem)
Adopsianak, jika tidak ada spermatozoa (Azoosperma)walaupun sudah dilakukan tindakan pencarian spermatozoa pada buah zakarnya melalui tindakan operatif
FAKTOR KEBERHASILAN
Tingkat keberhasilan tergantung daripada:
Kwalitas sperma
Lama infertil
Kejadiannya primer atau sekunder
Ada tidaknya kelainan genetik
Usia dan kondisi kelainan pada sistem reproduksi pasangan wanitanya untuk bisa mendapatkan keturunan.
Klinik Andrologi Rumah Sakit PELNI memberikan S O L U SI
”infertilitas pria”
yang ditangani oleh dokter spesialis dibidangnya (Androlog)
DISFUNGSI EREKSI ( DE ), PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA
Disfungsi ereksi, atau istilah awamnya dikenal dengan nama lemah syahwat ( impoten ), suatu kondisi berupa ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi pada penis secara adekwat dalam kurun waktu 6 bulan terakhir untuk bisa dapat melakukan hubungan seksual secara baik / sempurna, dan kondisi ini akan berdampak terhadap ketidak harmonisan pada pasangannya.
Kolesterol selalu menjadi topik perbincangan hangat mengingat jumlah penderitanya semakin tinggi di Indonesia. Kebiasaan dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam mempengaruhi kadar kolesterol darah Anda. Semakin baik pola dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan Anda secara keseluruhan.
Secara berkala, Rumah Sakit PELNI mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Silahkan peroleh informasi mengenai agenda kegiatan disini.