Waspada Food Coma Setelah Buka Puasa: Kenapa Habis Makan Malah Ngantuk Berat?

Momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang “balas dendam” dengan menyantap berbagai hidangan lezat. Namun, bukannya merasa segar dan bertenaga, banyak dari kita justru merasa sangat mengantuk, lemas, dan malas bergerak setelah makan. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Postprandial Somnolence atau yang populer disebut Food Coma.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Simak penjelasannya agar ibadah malam Anda tidak terganggu.

Mengapa Food Coma Terjadi Saat Berbuka?

Fenomena ini bukan sekadar rasa kenyang biasa, melainkan hasil dari beberapa proses di dalam tubuh:

  1. Lonjakan Insulin: Saat kita mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula (seperti takjil manis atau nasi porsi besar), kadar gula darah melonjak drastis. Tubuh merespons dengan melepas hormon insulin. Insulin ini memicu masuknya asam amino triptofan ke otak, yang kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin—hormon yang bertanggung jawab atas rasa relaks dan kantuk.

  2. Perubahan Aliran Darah: Setelah makan besar, sistem saraf parasimpatis (sistem “istirahat dan cerna”) menjadi aktif. Tubuh mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan agar proses pengolahan makanan maksimal, sehingga aliran darah ke otak sedikit berkurang secara sementara.

  3. Hormon Oksitosin: Makanan yang memuaskan lidah memicu pelepasan hormon kebahagiaan yang juga memberikan efek kantuk dan tenang pada tubuh.

Tips Menghindari Food Coma Agar Tetap Produktif

Supaya Anda tidak melewatkan ibadah Tarawih karena tertidur, lakukan langkah sederhana ini:

  • Berbuka Secara Bertahap: Mulailah dengan air putih dan sedikit buah kurma. Beri jeda 15-30 menit sebelum masuk ke menu utama.

  • Perhatikan Porsi: Hindari makan berlebihan dalam satu waktu. Otak memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang.

  • Kurangi Karbohidrat Sederhana: Batasi gorengan dan minuman yang terlalu manis. Pilih karbohidrat kompleks dan protein yang lebih lama dicerna.

  • Tetap Terhidrasi: Dehidrasi sering disalahartikan sebagai rasa lapar atau lemas.

Konsultasikan Kesehatan Anda di RS PELNI

Jika rasa kantuk dan lemas setelah makan disertai dengan gejala lain seperti pusing hebat atau rasa haus yang tidak biasa, ada baiknya Anda memeriksakan kadar gula darah dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Layanan Klinik Merial RS PELNI hadir untuk memberikan solusi kesehatan yang komprehensif bagi Anda dan keluarga selama bulan suci.

Informasi & Pendaftaran: Hubungi kami untuk jadwal konsultasi dokter spesialis: Pendaftaran Klinik Merial: 0812 888 144

Tetap sehat dan bugar selama berpuasa bersama Rumah Sakit PELNI.