
Pernah dengar selentingan kalau pasien kanker harus setop makan gula sama sekali karena gula itu “makanan” sel kanker? Informasi ini sering banget lewat di grup WhatsApp atau media sosial, sampai-sampai bikin banyak orang takut makan nasi atau buah.
Tapi, benarkah faktanya seseram itu? Yuk, kita kupas pelan-pelan supaya nggak salah kaprah.
Memang benar secara biologis sel kanker butuh glukosa (gula darah) untuk energi. Masalahnya, semua sel sehat di tubuh kita juga butuh gula. Otak kita butuh gula buat mikir, otot butuh gula buat gerak, dan jantung butuh gula buat mompa darah.
Tubuh kita itu pintar, tapi dia nggak bisa pilih-pilih: “Eh, gula ini buat sel sehat saja ya, jangan kasih ke sel kanker.” Itu nggak mungkin terjadi. Jadi, memusuhi gula secara ekstrem justru bisa bikin tubuh lemas, berat badan turun drastis, dan malah sulit pulih karena kekurangan tenaga.
Para ahli medis sebenarnya lebih menyoroti hubungan gula dan kanker dari sisi berat badan, bukan molekul gulanya itu sendiri. Begini alurnya:
Gula berlebih = Kalori numpuk. Kalau kita sering konsumsi minuman manis atau camilan tinggi gula, berat badan gampang naik.
Obesitas. Nah, tumpukan lemak yang berlebih (obesitas) inilah yang memicu peradangan kronis dan gangguan hormon di dalam tubuh.
Risiko Kanker. Kondisi tubuh yang meradang terus-menerus itulah yang akhirnya meningkatkan risiko munculnya sel kanker.
Mitos: “Kalau setop makan gula, kankernya bakal mati kelaparan.”
Faktanya: Belum ada bukti medis yang mendukung ini. Malah, diet yang terlalu ketat tanpa pengawasan dokter bisa bikin pasien kekurangan nutrisi penting.
Mitos: “Gula dari buah (fruktosa) juga bahaya.”
Faktanya: Buah itu paket lengkap. Ada serat, vitamin, dan antioksidan yang justru bantu tubuh melawan penyakit. Gula di buah jauh lebih aman dibanding gula di minuman kemasan.
Memahami nutrisi yang tepat selama masa pengobatan kanker memang menantang. Di Oncology Center RS PELNI, Anda tidak perlu berjuang sendirian dalam mencari informasi yang benar.
Kami hadir dengan layanan onkologi komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga terapi target yang didukung oleh tim dokter spesialis berpengalaman. Kami percaya bahwa setiap langkah pengobatan adalah perjuangan yang harus didampingi dengan sepenuh hati dan teknologi medis terkini
#RSPELNI #OncologyCenterRSPELNI #MerialTower #RumahSakitPELNI #LayananUnggulanRSPELNI
Bagi Anda yang tinggal atau bekerja di wilayah Jakarta Barat dan Pusat, RS PELNI seringkali muncul sebagai rumah sakit terdekat dalam pencarian peta digital Anda.
Secara administratif, lokasi RS PELNI terletak di Jl. Aipda KS Tubun No.92 – 94, Slipi, Jakarta Barat. Lokasi ini sangat strategis karena berada di perbatasan antara Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, serta dekat dengan kawasan perkantoran Sudirman-Thamrin dan area pemukiman padat penduduk.
Jl. Aipda Tubun Raya No.92-94, Slipi, Palmerah, Kota Adm. Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta
Call Center RS PELNI : 150442
Call Center Wa Only : 0852 8277 2369