Please wait...

Leaders Talk Digitalisasi PT. Rumah Sakit PELNI Untuk Sustainabilitas di Era Universal Coverage

May 17, 2019 by administrator0
Leaders-Talk-1200x800.jpeg

Jumat, 17 Mei 2019 Para leaders dari PT. Rumah Sakit PELNI  melakukan diskusi bersama  50 leaders serta rekan praktisi rumah sakit dan intansi lainnya. Diskusi yang dilakukan di ruang auditorium lt. 6 Poliklinik Rumah sakit PELNI dengan mengangkat tema pembahasan “Digitalisasi untuk Sustainabilitas Rumah Sakit era Universal Coverage” dipimpin  langsung oleh Dr. dr Fathema Djan Rachmat SpB.SpBTKV(K).MPH selaku dirut PT. Rumah Sakit PELNI. Tema pembahasan ini dipilih karena dengan berlakunya Universal Health Coverage menyebabkan kunjungan pasien di rumah sakit terus meningkat yang menyebabkan tuntutan pelayanan kesahatan  di era universal coverage ini  menjadi  tantangan tersendiri bagi seluruh rumah sakit di Indonesia. Hal ini ditambah lagi dengan adanya berbagai perubahan regulasi dan digital disrupsi di industry healthcare dunia. Kondisi ini harus ditanggapi oleh rumah sakit dengan cara yang tepat untuk dapat terus bertahan memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas mutu terbaik.

Menghadapi kondisi ini mau tidak mau para leaders RS harus mampu cepat beradaptasi. Kondisi ini tentu harus didukung dan dimulai dari perubahan pola pikir management ,cara pikir pegawai dan proses bisnis pelayanan yang mampu cepat beradaptasi. PT.Rumah Sakit PELNI sangat menyadari kondisi ini dan telah banyak melakukan perubahan Inovasi-Inovasi pelayanan melalui digitalisasi sejak tahun 2014.

Digitalization merupakan salah satu cara yang giat dikembangkan oleh PT. Rumah Sakit PELNI, tentunya cara ini diterapkan setelah adanya perubahan budaya yang dilakukan untuk seluruh lapisan Sumber Daya Manusia di RS PELNI untuk menciptakan SDM-SDM yang Digipreunership.  Membangun system informasi sendiri PT. Rumah Sakit PELNI mulai menguatkan dan membangun IT Rumah Sakit secara mandiri tanpa menggunakan vendor ataupun orang ketiga. Penguatan Sistem IT Rumah Sakit ini memberikan banyak perubahan bagi rumah sakit PELNI. Selain tentunya memberikan banyak perubahan pada proses pelayanan yang dirasakan semakin cepat oleh para customer, penguatan system it ini menciptakan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kompetisi yang tinggi hingga kreatifitas yang baik yang kemudian melahirkan inovasi-inovasi yang membawa banyak perubahan.

System IT yang dikembangkan dan membawa banyak perubahan dalam pelayanan salah satunya adalah;  Anjungan pendaftaran mandiri (APM) merupakan salah satu mesin digital yang diciptakan untuk memudahkan pasien dalam melakukan pemilihan dokter, jadwal control, perjanjian hingga pendaftaran secara mandiri. APM RS PELNI sudah memiliki kelebihan Bidging dengan pihak BPJS, sehingga pendaftaran yang dilakukan secara mandiri dapat langsung menghasilkan SEP(Surat Eligibilitas Pasien) .  Inovasi selanjutnya  yang dilakukan Rumah Sakit PELNI adalah layanan pemberian akta kelahiran bagi pasien yang memiliki KTP DKI Jakarta terutama di Jakarta Barat. Inovasi ini juga merupakan konsep Bridging system dengan Dukcapil. “Dengan terlaksananya digitalisasi dimasing-masing proses, maka pertukaran data antar sistem pun menjadi memungkinkan. Dengan menggunakan konsep bridging, dimana system dapat berinteraksi dan melakukan pertukaran data sehingga dapat mempersingkat proses tanpa perlu melakukan proses input berulang kali” ujar Direktur Utama PT. Rumah Sakit PELNI Dr. dr Fathema Djan Rachmat SpB.SpBTKV(K).MPH. Melalui inovasi ini Rumah Sakit PELNI berharap dapat membantu orang tua untuk mendapatkan kelengkapan administrasi untu putera- puteri yang baru saja lahir tanpa melakukan proses yang cukup panjang, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi orang tua yang baru saja menyambut kelahiran anggota keluarga baru.

Dan Inovasi dalam digitalization terbaru yang kini  dikembangkan oleh  PT. Rumah Sakit PELNI adalah Aplikasi E-Clinic. Melalui pengembangan aplikasi E-Clinic PT. Rumah Sakit PELNI berharap Pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyrakat Indonesia. Melalui E-Clinic  Pelayanan Rumah Sakit PELNI dapat diakses darimana saja, pasien tidak perlu antri namun dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis, bahkan dapat melakukan pemeriksaan laboratorium secara mandiri hingga ekg pada klinik/ puskesmas rekanan namun hasil EKG akan tekontrol oleh dokter spesialis di Rumah Sakit PELNI secara real time  karena telah terkoneksi melalui E-clinic . Hal ini tentunya akan sangat memudahkan bagi pasien yang tidak memiliki waktu untuk datang ke rumah sakit ataupun untuk pasien-pasien dengan kondisi darurat seperti serangan jantung ataupun kondisi-kondisi tertentu yang menyulitkan pasien untuk datang ke Rumah Sakit. Selain itu aplikasi E-clinic ini juga akan dilengkapi dengan chat bot dimana akan memudahkan pasien ataupun keluarga yang ingin bertanya  atau melakukan pendaftaran 24 jam .

 Dengan proses digitalisasai ini Rumah Sakit PELNI dapat memperbaiki  berbagai rantai proses yang tidak bernilai manfaat sehingga menjadi  sebuah standart baru yg endingnya membuahkan  efisiensi yang dapat dinikmati seluruh stakeholder, pengalaman inilah yang coba diangkat Rumah Sakit PELNI kepada 50 peserta praktisi kesehatan. Selain itu, acara ini juga di hadiri oleh pihak BPJS dan PT. TELKOM yang turut mendukung  pentingnya digitalisasi yang dilakukan Rumah Sakit di Indonesia. Bukan saja seminar satu arah, pada kesempatan ini juga RS PELNI membuka sesi Tanya jawab, dimana peserta dapat bertanya, menanggapi hingga berbagi pengalaman perjalanan pelayanan  kesehatan yang telah dilakukan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.


Copyright by RS PELNI 2017. All rights reserved.